Mencermati Perkembangan Islam di Perancis (1).
February 20, 2010 by Vien AM
Identité nationale .. ya ..inilah
isu yang saat ini sedang hangat dibahas dan dibicarakan media massa di
seluruh pelosok Perancis.
Bukanlah rahasia bahwa orang Perancis
amat menyukai perdebatan. Masalah apapun bisa menjadi debat seru.
Antiknya perdebatan tidak selalu harus mempunyai tujuan penting. Bahkan
seringkali hal sepelepun diperdebatkan. Saking hobbynya, acara debat ini
sering kali menjadi primadona program televisi yang menempati rangking
lumayan tinggi. Dengan nada bicara tinggi para peserta debat saling
memotong pembicaraan. Biasanya si pembawa acara yang memegang kunci
penting keberhasilan suatu debat. Makin tinggi tingkat emosi peserta
terpancing makin tinggi pula tingkat keberhasilan debat. Inilah tugas
utama pembawa acara… L
Debat Identitas nasional yang kali ini
sedang ramai dibahas adalah bertujuan untuk mengetahui nilai dan
tingkat kecintaan serta rasa kebanggaan individu sebagai warga negara
yang memiliki semboyan ‘Liberté, Égalité, Fraternité. ( Kebebasan, Persamaan, Persaudaraan).
Debat ini dilempar ke publik oleh Eric
Besson, politikus Perancis kelahiran Maroko yang diangkat menjadi mentri
keimigrasian dan integrasi Perancis pada bulan Januari 2009 lalu. Debat
dimulai sejak November 2009 dan berakhir hingga akhir Januari 2010.
Setelah itu hasil debat akan dibahas di tingkat yang lebih tinggi.
Yang menjadi pertanyaan apa sebenarnya yang menjadi pemicu debat tersebut ?
Sebuah majalah Perancis terkemuka memuat beberapa keluhan peserta debat, diantaranya sebagai berikut : “ Perancis
bukanlah negri muslim. Namun nyatanya 45 % komunitas dimana saya hidup
adalah kaum imigran. Ini kan keterlaluan !! » ; « Ini waktunya untuk
bertindak, bila kita tidak ingin ditelan mereka !! 10 juta kita
keluarkan untuk sesuatu yang sia-sia! », ucap salah seorang wali kota Perancis.
Lain lagi dengan pengakuan walikota Marseilles, kota pelabuhan terbesar Perancis dimana mayoritas Muslim tinggal. «
Mulanya kami tenang-tenang saja melihat kegembiraan para Muslimin
ketika pertandingan sepakbola antara Mesir dan Aljazair berlangsung di
kota kami. Namun ketika sekitar 15 hingga 20 ribu pendukung tim Aljazair
berbaris di sepanjang jalan untuk merayakan kemenangan mereka sambil
membawa bendera Aljazair dan tak satupun terlihat bendera Perancis,
sakit rasanya hati ini !”.
Nah, inilah rupanya benang merahnya.
Berdasarkan angket yang dibuat pada Maret
2007, jumlah Muslim di Perancis adalah sekitar 4 hingga 5 juta orang
atau 6 % dari total penduduk Perancis. ( Katholik 64 %, Ateis 27.2 %,
Protestan 2.1 % dan Yahudi 0.6 %). Jumlah ini merupakan jumlah terbesar
dibandingkan Muslim di negara-negara Eropa lainnya. ( Jerman 2.5 juta,
Inggris 1.6 juta, Italy 1.5 juta, Spanyol 1 juta dan Belanda 850 ribu ).
Mereka ini sebagian besar adalah imigran, baik legal maupun
illegal.
Setelah itu pemerintah Perancis tidak
pernah lagi memiliki keberanian untuk mengadakan angket resmi terhadap
jumlah pemeluk Islam di negaranya. Yang pasti ada laporan bahwa sekarang
ini telah berdiri 1536 masjid dan mushola di seluruh Perancis !
Walaupun tentu saja sebenarnya sebagian besar hanyalah mushola-mushola
kecil yang tidak memadai dan letaknya sangat terpencil. Masjid yang
tergolong lumayan besar hanya ada beberapa di kota-kota besar seperti
Paris, Lille dan Lyon.
Namun yang juga amat mengejutkan adalah
adanya laporan bahwa setiap tahun sekitar 30.000 hingga 70.000 orang
Perancis masuk Islam. Allahuakbar .. Mereka ini datang dari berbagai
kalangan dan tingkatan. Dokter, pelajar, mahasiswa, ibu rumah-tangga,
artis, politikus dll. Belum lama ini saya mendengar ada seorang artis
hiphop peranakan Itali-Perancis yang bersyahadat. Penggemarnya
benar-benar terkejut ketika ia muncul dalam pertunjukkan solonya dengan
penampilan baru … Ber-jilbab !!
Reaksipun bermuncullan .. Ada yang pro
ada yang kontra. Namun pada umumnya para penggemar setianya tidak
mempermasalahkan penampilan. Alasannya mereka menyukai suaranya bukan
penampilannya …
Sejarah masuknya Islam ke Perancis.
Sebenarnya Islam masuk ke Perancis telah
lama sekali, yaitu sejak abad 8 M. Islam masuk ke kota-kota selatan
Perancis melalui Spanyol ke Toulouse, Narbonne dan sekitarnya hingga
Bourgogne di tengah-tengah Perancis. Namun baru pada abad 12 hingga
abad 15 orang-orang Islam mulai menempati kota-kota selatan Perancis
yang terdapat di provinsi Roussillon, Languedoc, Provence, Pay Basque
Perancis termasuk Bearn. Hal ini berlangsung secara bertahap dan
puncaknya adalah ketika terjadi pengusiran besar-besaran terhadap muslim
Spanyol pada peristiwa Reconquista di bawah raja Ferdinand II dan
istrinya ratu Isabelle pada tahun 1492 M.
Tahap berikutnya adalah setelah Perang
Dunia I dan II. Sebagian Muslim yang masuk ke Perancis adalah para
korban perang. ( Palestina, Turki, Tunisia dll ). Sementara sebagian
besar lagi datang dari Aljazair sekitar tahun 1960-an karena Perancis
membutuhkan sejumlah besar tenaga dalam rangka membangun negaranya yang
hancur karena perang. Perlu dicatat, Aljazair adalah satu dari negara
bekas jajahan Perancis.
Begitulah cara Allah swt menetapkan
ketentuan-Nya. Apapun yang dikehendaki-Nya pasti terjadi. Bahkan
seandainya tak satupun orang yang mau berdakwah, mengajak orang kepada
Islam .
“ Sesungguhnya perkataan Kami
terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan
kepadanya: “Kun (jadilah)”, maka jadilah ia”.( QS. An-Naml(16):40).
Masuknya Islam pada abad ini .
Sejak peristiwa kelam 11 September 2001,
Islam mendapat cap baru yaitu, agama teroris. Dengan berbagai alasan dan
dalih, Amerika Serikat menjadi pelopor dan penggerak agar dunia
mengutuk dan menjauhi Islam. Timbullah apa yang disebut Islamophobia.
Ajaran Islam mulai jilbab, poligami, jihad hingga masalah penampilan
seperti jenggot dll menjadi obyek serangan.
Negara-negara Islam seperti Irak dan
Afganistan menjadi sasaran serangan membabi buta. Dan seperti biasa
rakyat yang menjadi korban dan yang paling menderita. Mereka ini
kemudian berimigrasi ke Perancis untuk mencari perlindungan. Ini masih
ditambah lagi dengan orang-orang Iran yang lari dari negaranya ketika
Revolusi Iran tahun 1979, korban perang negara-negara bekas jajahan Uni
Sovyet seperti Chenya serta perang saudara di Yugoslavia. Dengan
demikian masuklah Islam ke Eropa termasuk Perancis.
Selanjutnya pada tahun 2004 dengan
sembrono pemerintah Perancis secara resmi mengeluarkan peraturan yang
melarang pelajar Muslimah dan pegawai negri mengenakan jilbab selama
mereka berada dilingkungan sekolah dan kerja. Begitupun dengan masjid.
Azan dilarang dikumandangkan bila suaranya terdengar hingga ke luar
lingkungan masjid. Menara masjid tidak boleh lebih tinggi dari 30 meter.
Namun mampukah semua itu menghentikan penyebaran Islam ?
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya“.(QS. Ali Imran(3):54).
Ya, hal ini benar-benar terbukti. Karena
justru sejak tahun 2004 itu makin banyak saja perempuan berjilbab di
kota-kota Perancis. Menurut laporan banyak perempuan Perancis tertarik
kepada ajaran Islam karena Islam ternyata sangat melindungi hak-hak
perempuan. Jilbab yang dituduh merupakan cermin ketidak-bebasan
perempuan sekaligus lambang superioritas laki-laki ternyata malah
berfungsi melindungi perempuan dari gangguan dan keisengan laki-laki
mata keranjang. Sejumlah perempuan barat yang biasa dididik untuk
bekerja mencari nafkah hingga larut malam juga mulai merasakan betapa
berat tugas mereka. Dengan ber-Islam mereka menyadari bahwa ternyata
mencari nafkah adalah tugas laki-laki.
Sementara itu saya juga dapat merasakan
perubahan besar. 7 tahun lalu ketika kami tinggal di Paris hanya ada 1
supermarket besar yang menyediakan counter khusus daging halal. Namun
sekarang bahkan di Pau, kota relatif kecil dimana kami tinggal, dengan
mudah daging halal dapat dijumpai. Saat ini di semua supermarket besar
di kota ini telah menyediakan counter khusus halal. Daging sapi, daging
ayam, kalkun, berbagai jenis daging asap, sosis, ayam panggang, nugget
bahkan permen jelly dan ‘ pate’ sebagai bahan dasar pembuat pie siap
jadipun ada !
Namun kabar yang paling mengejutkan
adalah yang datang dari Eric Besson, sang mentri keimigrasian yang
melempar isu debat nasional. Sejumlah tabloid melaporkan bahwa saat ini,
duda berusia sekitar 45 tahun ini sedang menjalin hubungan asmara
dengan seorang gadis Tunisia Muslim! Ia adalah cucu mantan presiden
Tunisia.
Hubungan mereka kelihatannya serius.
Karena dikabarkan mereka akan melangsungkan pernikahan dimusim panas
2010 ini. Dan yang juga cukup mengejutkan sang calon mempelai pria telah
berjanji kepada nenek calon mempelai putri untuk memeluk Islam sebelum
menikah nanti … Allahuakbar ..
Berdebar hati ini. Tiba-tiba saya
teringat akan doa Rasulullah pada awal penyebaran Islam. Ketika itu
Rasululah memohon kepada Allah swt agar Islam diberi kekuatan dengan
masuk Islamnya salah satu tokoh besar Quraisy, Umar Bin Khattab atau Amr
bin Hisham yang dikemudian hari dikenal dengan sebutan Abu Jahal. Dan
ternyata Allah swt memilih Umar. Sejak itulah banyak orang Quraisy yang
mengikuti jejak Umar yang terkenal gagah berani itu untuk memeluk
Islam.
Tentu saja saya sama sekali tidak
bermaksud membandingkan Besson dengan Umar bin Khattab, sang khalifah.
Namun paling tidak fenomenanya. Akankah saya menjadi salah satu saksi
peristiwa besar Islamnya Perancis ? Wallahu’alam .. ( Click :http://www.youtube.com/watch?v=1rHXT935Hac ).
Yang pasti Napoleon Bonaparte, pendiri Empirium Perancis (1769-1821 M) dalam “Bonaparte et L’Islam” yang ditulis oleh Cherfils, pernah berkomentar :
“Musa telah menerangkan adanya Tuhan
kepada bangsanya, Yesus kepada dunia Romawi dan Muhammad kepada seluruh
dunia…Enam abad sepeninggal Yesus bangsa Arab adalah bangsa penyembah
berhala, yaitu ketika Muhammad memperkenalkan penyembahan kepada Tuhan
yang disembah oleh Ibrahim, Ismail, Musa dan Isa. Sekte Arius dan
sekte-sekte lainnya telah mengganggu kesentosaan Timur dengan jalan
membangkit-bangkitkan persoalan tentang Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh
Kudus. Muhammad mengatakan, tidak ada tuhan selain Allah yang tidak
berbapa, tidak beranak dan “Trinitas” itu kemasukkan ide-ide
sesat…Muhamad seorang bangsawan, ia mempersatukan semua patriot. Dalam beberapa tahun kaum Muslimin dapat menguasai separoh bola bumi… Muhammad memang seorang manusia besar.
Sekiranya revolusi yang dibangkitkannya itu tidak dipersiapkan oleh
keadaan, mungkin ia sudah dipandang sebagai “dewa”. Ketika ia muncul
bangsa Arab telah bertahun-tahun terlibat dalam berbagai perang
saudara”…..
Debat Identitas Nasional yang heboh itu
telah ditutup pada 8 Februari lalu, dengan hasil GAGAL. Hasil perdebatan
dikabarkan tidak sesuai dengan harapan pemerintah. Isu masalah imigran
dianggap isu yang tidak bermutu. Karena saat ini hampir tidak mungkin
ada seorangpun orang berdarah asli Perancis. Bahkan sang presidenpun,
Nicholas Sarkozy adalah seorang keturunan Hongaria. Kakeknya berimigrasi
ke Perancis ketika masih berusia 14 tahun. Jadi kelihatannya untuk
sementara ini Islam ‘aman’ dari gangguan. Rasanya sulit di
zaman sekarang ini bagi sebuah pemerintahan untuk berterus terang
memusuhi Islam. Yang harus diingat menjadi Muslim bukan berarti harus
membenci dan membuang identitas dan kewarga-negaraan. Bangga sebagai
Muslim sekaligus bangga sebagai warga Indonesia atau warga Perancis,
mengapa tidak ??
“ Hai manusia, sesungguhnya Kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di
sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal “. (QS. Al-Hujjurat (49):13).
Ironisnya, tak sampai 24 jam kemudian, sebuah resto siap saji ala Amerika “Quick’
mengumumkan bahwa pihaknya membuka cabang baru yang menyediakan burger
khusus daging halal !! Padahal pada tahun 2005 lalu, resto ayam KFC yang
mengumumkan secara terbuka bahwa ayamnya adalah ayam halal, harus
menerima teguran untuk tidak perlu mengumumkan hal tersebut secara
terang-terangan. Namun seperti yang telah diperkirakan, keputusan Quick
ini memancing banyak protes.
Seolah tidak mau kalah, saya juga
mendengar kabar ada sebuah resto Cina di Pau yang dapat memasak daging
halal bila kita memesan sebelumnya. Yang dimaksud daging halal disini
tidak hanya bukan daging babi saja tapi dipotongnyapun secara halal…
Allahuakbar …
Sungguh lega rasanya hati ini. Namun
demikian saya tetap merasa sedih. Betapa tidak. Di sejumlah negri kafir
orang berbondong-bondong memeluk Islam, sementara di negri kita sendiri
banyak orang yang mengaku Islam namun tidak menjalankan ajaran dengan
baik. Kesyirikan, jilbab yang diabaikan, liberalisasi, sekulerisasi,
pluralisasi bahkan pengabaian hadis masih saja terjadi.
Dari Miqdam bin Ma’dikariba ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Hampir
tiba suatu masa di mana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di
atas katilnya, lalu disampaikan orang kepadanya sebuah hadis daripada
hadisku maka ia berkata : “Pegangan kami dan kamu hanyalah kitabullah
(al-Quran) saja. Apa yang dihalalkan oleh al-Quran kami halalkan. Dan
apa yang ia haramkan kami haramkan”. Kemudian Nabi saw melanjutkan
sabdanya: “Padahal apa yang diharamkan oleh Rasulullah saw samalah
hukumnya dengan apa yang diharamkan oleh Allah swt”. (Riwayat Abu Daud).
Janji-Nya pasti benar dan akan
terlaksana, menjelang akhir zaman ini Islam pasti bakal tersebar ke
seluruh penjuru dunia, dengan atau tanpa partisipasi kita. Pertanyaannya
bagaimana kita mensikapinya .. maukah kita memanfaatkan kesempatan yang
ada dengan ikut berusaha menyebarkan ajaran-Nya atau hanya dengan diam
menanti. Ini yang akan dicatat para malaikat dan menjadi bahan
pertimbangan di peradilan akhirat nanti.
Wallahu’alam bishawab.
ilmu nih
BalasHapusthanks gan